Sekeping Syubhat, Semoga Allah Luruskan.

Belakangan ini, kita dapati sebuah fitnah syubhat yang muncul antara kedua Ustadz yang kita sudah bersama kenali. Ada yang terkena syubhat tentang konten perdebatan mereka, ada yang terkena syubhat justru dari akhlak dan sikap mereka terhadap perselisihan tersebut.
Saya sebagai umat islam biasa yang ilmunya rata-rata dengan segala kekurangan ilmunya. Bukan Ustadz. Agaknya tidak punya andil besar terhadap syubhat ini. Syubhat ini justru lebih membawa petaka bagi saya, daripada keinginan saya untuk memberi komentar dan pendapat saya yang riskan salah dan alphanya.
Saya hanya bisa menghimbau pada kaum muslimin dan muslimat. Sebatas sebagaimana yang dihimbau para Ustadz dan ahli ilmu lainnya. Bahwa persoalan semacam ini (fitnah ini) janganlah sampai dijadikan fokus. Ditanggapi terlalu dalam, utamanya oleh kita sebagai penuntut ilmu dasar. (Bukan Ustadz). Apalagi jika hal semacam ini terjadi lagi, kedepannya semoga kita bisa lebih jernih dan hati-hati menjerumuskan diri dalam membahas hal ini.
Abu Hurairah radiyallahu ‘anhu berkata, Rasululah sallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Akan terjadi berbagai macam fitnah, yang duduk lebih baik daripada yang berdiri, yang berdiri lebih baik daripada yang berjalan, yang berjalan lebih baik daripada yang berlari-lari kecil, dan barangsiapa yang mengikuti fitnah tersebut, maka dirinya akan teraniaya karenanya, barangsiapa yang mendapatkan naungan tempat berlindung, maka berlindunglah padanya.” (Muttafaq ‘alaihi).
Agaknya lebih baik bagi kita untuk menjauhi sumber fitnah itu. Jika bisa maka carilah kebenaran dari sumbernya langsung, dari ustadz yang benar-benar kita percayai. Atau jika kita sudah percaya artikel dari suatu web tertentu, maka carilah dari sana sumber pegangan yang baik, yang merujuk pada kitabullah Al-Qur’an dan sunnah Rasul-Nya, al-Hadist, dan sumber hukum islam yang diakui.
Betapa saya menghargai usaha Ustadz-ustadz kami, yang mengajarkan umatnya untuk berpikir jernih (sejernih ala-ala iklan sprite). mengajarkan umatnya berpikir kalem dan tidak buru-buru kepanasan dengan fitnah semacam ini.
Hendaknya kita berbangga, jika kita baru bisa diam dan menjawab “Waullahu’alam” terhadap berita fitnah yang belum bisa kita tabayyun kan dan kuasai ilmunya. Daripada berusaha membela atau terjun ke dalam fitnah namun lupa berbekal ilmu dan berasumsi buta bahwa ilmunya nanti saja setelah terjun membela. Wa iyyadzubillah.
Islam tidak mengajarkan amal tanpa ilmu ya ikhwah.
Islam menjunjung tinggi ilmu. Memberikan hak bicara dan dakwah dengan tangan dan lisan kepada yang berhak melakukannya, yaitu yang memiliki ilmu yang mumpuni, dalam bidang ushul dan tahqiq yang baik, yaitu para ustadz. Lalu yang benar-benar berkepentingan memutuskan, yaitu ulul amri.
Jika kita baru pada fase membela agama ini dengan mengingkari fitnah di dalam hati. Maka jika memang itu realita kapasitas kita, maka puaslah dan banggalah dengan itu.
Jangan memperturutkan hawa nafsu dan mendahulukan emosi. Jangan beri contoh perbuatan jelek bagi orang awam. Sungguh perbuatan, perkataan dan kaitannya dg dzahir kita di mata mereka, punya banyak pengaruh terhadap stereotip dan kemudahan dakwah islam yang baik dan benar.
Hendaknya dan semoga kita termasuk orang-orang yang senantiasa dijadikan Allah orang-orang yang memudahkan dakwah islam. Bukan memperkeruh dan mempersulitnya.
Adapun sebenarnya, yang saya ingin bawakan disini adalah syubhat yang sebenarnya ada dalam diri saya mengenai konten perdebatan kedua ustadz tersebut.
Ini artikel bermanfaat, untuk membantu kita menanggapi / merespon sebuah syubhat, atau fitnah selanjutnya, karena kita sedang hidup di zaman fitnah,
12019977_954793024559303_2357168534290871545_n
Point selanjutnya.
Faidah bagi saya sendiri, adalah, saya masih bisa kena syubhat tentang takdir. Berarti saya kurang beriman di bagian ini. Kurang berilmu. Saya memohon kepada Allah agar kita bersama dimudahkan mendapat ilmunya. Aamiin.
jujur saya masih bingung terhadap artikel ustadz Firanda juga diatas. begitu bingung saya tahu belum waktunya saya bergerilya menerjunkan diri dalam syubhat ini. Lalu saya kembali ke kesibukkan nyekripsi dan MI. Saya malu sebenarnya sudah berulang kali kajian Aqidah dan tauhid tapi belum jelas soal takdir.
Ini pelajaran, bahwa kita senantiasa butuh kepada kajian tentang akidah dan tauhid. Meski sudah khatam berkali-kali.
Kalau ada diantara kalian yang juga masih bingung, mari mendalami bersama soal takdir di artikel ini, Saya sarankan baca artikel Ustadz Ammi dulu,
Sebenarnya artikel di atas sudah cukup untuk jadi pondasi dan ushul. Tapi ada rincian tentang jenis takdir yang lebih jelas dituliskan oleh ustadz Raehan di bawah ini,
***
Intinya, kalau kita masih bingung tentang masalah takdir, itu indikasi keras kita masih harus belajar. Jangan malu mengulang kajian aqidah dari nol lagi, bersama jamaah lain meski sudah beda wajah atau bersama dengan jamaah yang baru hijrah. Jangan malu, Jangan pernah.
Saya sedang menguatkan diri juga, kenapa saya harus ngulang MI dan ngulang matkul di Farmasi. Malu ada.. tapi saya sedang menguatkan diri bahwa yang terpenting adalah pahamnya, bukan semata-mata pernah atau sah (tembus nilai tanpa faidah).
Kalau pekara dunia, ambil secukupnya saja ya. Kalau akidah, rasa-rasanya tidak akan ada habisnya untuk dimuraja’ah (diulang).
Jika belum paham, ada baiknya soal takdir yang menjadi salah satu rukun iman seorang muslim ini, menjadi prioritas utama untuk dipelajari.
Sisihkan waktu, semenit 2 menit. Untuk merefresh iman dan akidah kita lagi. Pentingnya baca, pentingnya kajian. Pentingnya berilmu, untuk diamalkan.
Cintailah ilmu, selalu~
Yassarallahu lanaa.
Wa barakallahu fiina.. Allahu yahdinaa.
Allahumma Laa taj’al mushibatan fii diininaa.

My Lil ‘Admirable’ Person

I do have someone live in my thought. Not really live in my daily life.

Semacam pengalihan terhadap stress. Simbol cita-cita dan kekaguman. Karena dia kuliah di tempat yang aku harap aku bisa kuliah atau berada disana. Dia ada sebagai simbol kesuksesan, keindahan, kepopuleran dan keunikan. Alam bawah sadarku menyetting ‘dia’ dan kehidupannya sebagai. Life goal dan person yang paling aku ingin dekati dan pikirkan dari siapa pun. (Naudzubillah min dzalik, I should prioritize someone better.. like Rasulullah or my parent, I hope I can move on)

Menuliskan sesuatu tentangnya seperti memadukan fiksi dalam realita. Menyoretkan sekuas ambisi bawah sadar, dan impian masa lalu pada kanvas realita yang kadang tak dinyana. Namun penuh syukur ini. Masyaallah. Alhamdulillah bini’matillati tatiimushalihat.

Waktu demi waktu menjadi secret admirer seseorang di jauh sana. Adalah rentetan episode menuju harapan terhapusnya orang ini dalam pikiran. Karena hubungan yang sepihak, dan jarak serta waktu yang berbeda, bak formula terbaik untuk melupakan seseorang dan menghapusnya dalam pikiran kita.

Namun ketika depresi dan stress terhadap masalah di realita terangkat di permukaan. Seolah orang fiksi ini muncul kembali. Bak superhero yang hadirnya benar-benar saat dibutuhkan. Meski secara lahiriyah dia tidak pernah ada. Namun aku terus bertanya-tanya bagaimana bisa dia ada di batin dan pikiran. Setiap jatuh dan setiap langit nan luas aku pandangi.

Inikah Isyq? kadang saya malas sekali mengakuinya sebagai apa itu? bahkan lidah gatal mengucapnya. Harapan dan kesempatan mewujudkan hubungan yang riil dengannya adalah kemungkinan yang kecil dan nyaris bisa diabaikan bisa terjadinya.

Terlebih keadaan kecil yang dia lakukan bahkan tanpa pengaruh dan hubungan dari saya, jika saya bisa ketahui hal tersebut. Maka akan sangat mempengaruhi saya. Ini seperti Isyq yang semoga segera disembuhkan Allah.
Aamiin.

Terakhir kali aku lihat, dia hanya mengganti gambar sampul media sosialnya. Dan meski itu hanya sepotong gambar. Aku memaknainya berbeda. Sebuah ciri kecenderungan terhadap keyakinan yang berbeda.

Jika aku bisa mengatakannya begini, aku akan katakan ini adalah ‘patah hati’. Dia yang lelah-lelah aku pikirkan, menodai simbol kesempurnaan uluhiyah yang terakhir kali aku pastikan kita telah bersepakat dalam kesamaan keyakinan ini..

Mungkin aku cuma lebay. Bisa saja dia yang disana, tidak bertendensi apa pun dalam perbuatan itu terhadap keyakinannya. Namun saya tidak diajarkan untuk bermudah-mudahan dalam hal ini.

Saya mahluk perasa, sangat . Dominan dalam perasaan. Namun saya berharap saya bisa mengutamakan iman dan tauhid saya lebih dari apapun dan lebih rasional dalam hal se-vital ini.   Allahu yahdinaa. Yahdinallah wa yassarallahu lanaa fii diininaa…

Untuk yang namanya berarti kebebasan dan kemerdekaan. Semoga engkau diberi kemudahan untuk membebaskan pikiran dan hati serta amalmu dari kesyirikan dan kemaksiatan pada-Nya. Aamiin.

Yogyakarta, Indonesia.
20 Rajab 1438 H.

Saya Tidak Mau Memikirkannya, Saya Ingin Menuliskannya

Bismillah. Semoga ini media move on yang tepat. Stepping stone for moving forward.

Saya ini Sanguin. Saya baru ingin memahami diri saya sendiri. Jadi Saya akan banyak cerita tentang diri Saya. Saya suka mengekspresikan apa yang saya pikirkan dan rasakan, di Myers-Briggs Theory seputar personality, saya punya nature atau kecenderungan dalam emosi yang Saya punya adalah dengan menyampaikannya. Bukan menyembunyikannya sebagaimana para Thinker do. I am a feeler. Something like that.

Oleh karenanya Saya tulis ini.

***
Ini adalah soal pernikahan. Sesuatu yang tabu kubicarakan secara gamblang di depan orang-orang. Lebih karena malu dianggap memikirkannya terus. (Tipically pasive behaviour or turbulence behaviour).

Saya bingung menyikapi sebuah hubungan dengan lawan jenis. Karena bagi saya sejak lahir bisa jadi, itu adalah hubungan yang sangat terbatas. Hanya seputar ayah dg anak perempuan, anak laki-laki dg ibu, paman dengan keponakan perempuannya, intinya ya dengan mahromnya.

Lalu hubungan dengan laki-laki asing bukan mahrom? Itu masih misteri. Saya tidak ingin dianggap eksklusif, dijauhi dan dianggap alien, tapi saya juga tidak ingin tidak dihormati sebagai perempuan. Pada dasarnya saya percaya semua perempuan sama seperti saya dalam hal ingin dihargai dan dimengerti.

Karena saya hidup di bawah keyakinan patri linea. Suku Jawa dan Agama yang sempurna ini juga bilang begitu. Hanya saja.. saya percaya ini bukan menyoal kebebasan dan keterinjakkan hak dan anti emansipasi.

Saya memaknai kebebasan dengan hal yang lain. Yang lebih indah menurut Saya dan yang memahaminya.

***
Sudah soal wanitanya..

***

Ya memang saya ini perfeksionis di suatu sisi. Dan sifat turbulence menjadi sifat yang mengindikasikannya. Yang saya targetkan sebagai respon dari laki-laki ideal adalah sifat mereka yang menghargai wanita, melindungi mereka dan tidak merendahkan mereka, meski Saya memang mengakui Kaum Hawa punya beberapa keterbatasan dibanding Kaum Adam. Sifat merendahkan itu bukan berarti dibolehkan karena Kami lebih lemah atau tidak kuat logika dan fisiknya.

***
Sifat yang saya ambil sebagai contoh di dunia nyata ini, ideal type dan actually reality goalnya. Adalah beberapa Ustadz yang saya kagumi akhlak dan santunnya terhadap wanita. Ustadz Aris Munandar, Ustadz Afifi Abdul Wadud, Ustadz Syafiq Reza, Ustadz Abu Salman sebut saja.

Ketika saya tanya “Bagaimana menyikapi perubahan mood yang memburuk saat PMS?” Saya tanya dengan perspektif perempuan, tapi Ustadz Aris jawab dengan perspektif Suaminya. Yaitu dengan banyak bersabar dan memaklumi. Beliau mengesankan sebuah pemakluman dan kemudahan bagi kami dalam usaha kami memperbaiki diri dengan keras saat sedang PMS, sebagai sebuah fitrah yang gak melulu harus dari sisi kaum hawa yang berbenah dalam menyikapinya.

Ketika saya lihat akhlak yang tegas dari Ustadz Afifi, saya masih bisa melihat kesetiaan dan kesederhanaan dalam mencintai serta kasih sayang yang mengalir lembut dari sikap beliau terhadap satu-satunya pendamping hidup beliau.

Ketika saya lihat kajian favorit ibu-ibu dari Ustadz Syafiq, tentang bagaimana bengkoknya wanita tidak bisa serta merta diluruskan dengan paksa.. kesabaran menjadi salah satu bahan utama dalam resep meluruskannya. Rasanya saya bisa memaknai apa itu artinya penghargaan dan pemuliaan kaum Adam pada kaum Hawa di dunia nyata.

Meski FYI saya bukan termasuk jajaran orang yang memfavoritkan beliau. Saya lebih suka gaya dan nuansa pembawaan kajian dari Ustadz Aris atau Ustadz Ammi Nur Baits. Saya lebih suka Ustadz yang not only virtually exist. Berhubungan erat dengan domisili, emang.

***
Oleh karenanya saya tidak setuju. Meski bekal saya tidak menyetujuinya adalah asumsi-asumsi yang berangkat dari informasi yang minim dan tidak bisa dipastikan dengan derajat Yaqin.

Dengan sikap tidak sopan yang kurang menghargai wanita. Sebagai mahluk perasa. Bagaimanapun karakternya.

(Udah ah, gausah dirinci bentuknya kek mana)

***
Yaah.. kengkawan saya adalah mahluk perasa yang dominan. Penuh ekspresi dan kadang lupa mempertimbangkan udzur dan kondisi kaum adam. Ya mau gimana lagi? kita dibangun di atas hubungan yang ketat jika belum halal atau tidak ada hubungan darah. Benar-benar lahan subur untuk saling berprasangka. Dengan segala keterbatasan data.

***
Sudah.. jangan dibahas orang lain deh.
Saya mau membahas masalah saya.

***
Polemik di usia 20an awal. Udah usia yang bisa nikah, tapi urf nya belum mendukung. Indonesia. Negara mayoritas islam. Tapi akidahnya warna-warni.  Kadang saya kzl sama Ustadz-ustadz yang pro nikah muda, dan manas-manasin ikhwah untuk segera menikah. Tapi ga didukung kajian-kajian yang mengarahkan para orang tua agar memudahkannya. Karena bagi wanita terutama, semata-mata ngebet nikah tapi tanpa ijin orang tua. Bisa jadi sulit juga termasuknya.

***
Harus didukung mental yang asertif dan berani susah ambil resiko. Tipically kayaknya emang aku kena syubhat pemikiran orangtua.
Bukan berarti aku anti nikah muda. Aku juga capek kali, berkutat dengan fitnah itu-itu aja.. masa mudaku terlalu sia-sia jika harus lama-lama berlarut-larut memikirkan fitnah lawan jenis saja. Padahal kewajiban itu menggunung. Semacam menuntut ilmu syar’i dan belajar bahasa arab atau menghapal al-Qur’an.

Dan kalau dipikir2, solusi move on dari fitnah itu ya seperti yang diajarkan Rasulullah untuk segera menikah jika sudah siap bathin dan lahirnya.

Artinya jika di masa muda sudah siap, ya maju. Sayangnya siap lahir itu lho yang jadi masalah. Emang sih, nikah kalau udah mapan itu mainstream banget. Tapi mau gimana? Rasul juga pernah mengajarkan bahwa mapan adalah suatu hal yang jadi modal.

Banyak yang jadi masalah dan gabisa nikah karena kesumbat di masalah itu dan itu lagi. Sifat Ar-Rozzaq Allah belum selesai dibahas nih keknya.

Justru gimana kalau biar enaknya.. meski terlihat seenaknya sendiri, orangtua juga pahamilah jiwa muda yang suka ngomongin cinta dan rawan zina yang bisa dilakukan di setiap anggota tubuh mana pun, meski cuma dari hati dan kepala semata.  Mbok yo fasilitasi wae nikahin anaknya meski masih muda. Masalah uang memang momok. Bantu lah.. ga wajib yakin.

Tapi itung-itung bantuin nutup pintu2 kesempatan berzina anak-anak kandung mereka sendiri.

Yang tanggung jawabnya ada pada mereka juga. Di dunia dan akhirat.

***
Susah keknya jika solusi permasalahan ini malah di fokuskan ke himbauan para ustadz untuk berhenti provokasi nikah muda yang asalnya niatnya baik. Mending solusinya ke para ustadz ini ganti mad’u topik tersebut ke para orangtuanya anak muda. Lalu bisa juga solusinya ke arah kurang-kurangin deh yang namanya macok-macokin di depan umum dan membocorkan khitbah atau bribikan orang. Karena kalau ga jadi, yang ga enak siapa?
Mbok dipikirkan tho perasaan orang yang bisa jadi ga jadi berjodoh dengan orang yang selama ini dipacok-pacokkin, lalu pikirkan juga jika ternyata bakal calon suami/istrinya bakal jadi suami/istri aktualnya sahabat karibnya?

Apa ga pernah kejadian, sampe pingin banget kalian cerita drama semacam ini kejadian beneran?

***

Insyaallah kalau udah ngaji emang kobar bara bapernya bisa diredam atas nama sunnah dan kebaikan silahturahim. Tapi apakah segitu harusnya kejadian? padahal bisa dicegah? mana pula hati orang yang ketahuan isinya gimana? Siapa tau ada rasa cemburu dan hasad karena sahabatnya menikahi gadis yang menolaknya atau temannya dikhitbah ikhwan yang dikaguminya?

Pentingnya menjaga, siapa oran yang kamu sukai. Jangan sebar-sebarin ke oranng lain. Pentingnya menjaga khitbahan kita, incaran kita, incaran teman kita dijaga jangan sampai meluas beritanya. Kalau gagal siapa yang kasian? siapa yang mau disalahkan? apa hati yang mencinta dan ga bisa diatur bolak-baliknya, atau lisan yang lebih mudah dikendalikan relatif terhadap hati manusia? Pentingnya jaga lisan jangan mudah memacok-macokkin orang, mbully dan ngode membocorkan ke pihak terkait tentang perasaan teman kita yang mengagguminya. Apakah segitu ga ada bahasan lainnya kah?

Kita sama-sama sepakat nikah muda itu nyunnah. Tapi apakah ‘cie cie’ lalu ‘macok macokkin’ yang belum bisa cocok, atau belum terkondisikan untuk cocok, itu jadi sunnah juga? Coba berpikir jernih, jika yang terjadi malah zina hati dan pikiran gimana? Mau dibawa kemana? Nikah belum bisa misalnya.. karena alasan orang tua atau ekonomi. (Ini juga evaluasi buat para ortu sih).

Ayolah temen-temen, berhenti macok2in hal yang belum waktunya terpaut,
Ayolah bapak-ibu, investasikan anak kalian di jalan yang halal, investasikan harta dan izin kalian untuk menutup pintu-pintu kemaksiatan dan zina yang kesempatannya menglobal dan mujmal (apaan).
Ayolah para pujangga cinta, puasa kalau belum waktunya, atau buktikan kalau kamu memang sudah pantas dikhitbah atau mengkhitbah. Dengan mental yang memang sudah dewasa, sikap yang dewasalah, usaha yang mapan, atau minimal mental itu tadi… buktikan~ Attitude underlying readiness for marriage.

***
Yassarallahu lanaa.

 

Suatu Akhir 4 Jalan yang Terjalin

Bismillahirahmanirahim ❤

Hari ini aku liat pengumuman hasil penjurusan di Fakultas ku (Fakultas Farmasi) ada 4 jurusan yaitu
a. Farmasi Sains teknologi
dimana penekunnya adalah mahasiswa2 berjiwa penemu obat baru dan peneliti, penyintesis senyawa terapetik.. yg niat masuk sini biasanya anak cerdas dan berkemauan keras

b. Farmasi Industri
yang isinya anak2 yang berorientasi kerja di Industri Farmasi atau sebidang, yang mempelajari undang2 perindustrian, praktikumnya paling sedikit (katanya) dan isinya rata2 anak cowok

c. Farmasi Bahan Alam
berisikan mahasiswa pecinta obat herbal tradisional atau semacamnya, yang pinter2 ekstrasi senyawa dari tanaman dan praktikumnya paling banyak >< tapi mereka bisa buat lipstik, parfum, sabun dkk gitu lho

d. Farmasi Klinik Komunika
menurutku isinya anak2 yang bisa jadi pny ambisi ke fakultas sebelah sebelumnya atau sangat cinta dg profesi farmasi yang berperan di rumah sakit, klinik atau puskesmas.. atau apotek sendiri. Suka interaksi dengan pasien dan semacamnya

itu pendapat pribadi jadi jangan dipercaya 100% hehe

5 semester sebelum penjurusan kami akan di blend tanpa pikir minat penjurusan (karena kita juga blm tau mau menjuruskan kemana waktu masih anak fresh-graduate dr SMA)

Awal pengkelasan di tahunku adalah berdasarkan cara masuknya, mau lewat SBM atau SNMPTN atau UM .. sedikit sangar sih pengkastaannya, tapi Its ok for me

aku anak SBM jadi aku di kelas C

setalah mengalami perubahan susunan absen karena banyak anak kelasku hijrah ke ST*N atau U* atau bahkan di Univ di LN,  aku akhirnya kebanyakan berkelompok praktikum ria dengan 3 orang yang latar belakang kami beda-beda.. dan hebatnya aku dan mereka sekarang dipisahkan di 4 jurusan yg beda2 juga.. artinya jiwa kami emg beda.

aku diam2 adalah anak melankolis yg sebenernya hubungan interpesonalnya lebih dalem sama orang-orang yang currently actually prensently ada di dekatku, itulah sebabnya aku merasa ada keterikatan batin sama 3 mahluk ini.. karena kami mau ga mau bakal ngerasain apa aibnya si A apa kekurangannya si B, gimana rasanya dijutekin sama A gimana rasanya marah sama si B gitu..
that’s the only ‘what’ make us close..
karena bisa jadi kami ini bener2 beda.. beda pemikiran, beda prinsip, ada yg beda agama, beda manhaj hahaha

gini deh rasanya kepaksa deket sama yg beda prinsip karena kebutuhan perkuliahan duniawi yang saling overlap, mau g mau kita kudu nyambung biar tugas laporan cepet selese, kuliah cpt selese, waktu bisa dihemat dsb meski itu berarti kita saling menyembunyikan sisi tajam pedang dihadapan yg lain, maksudnya kutub2 perbedaan prinsip kita sebisa mungkin kita saling sembunyikan dan kita berusaha nyambung di bagian yg bisa dihubungken.. mbuh piye carane (haha) mencari ketercocokan dan menghub2 hubungan yang ga nyambung hahaha, tpi kita nyambung kok ! (y)

frien

karena komposisi waktu, tempat, takdir, personality, umur dan tanggungjawab kita akhirnya saling berkawan baik 2,5 tahun terakhir ini..

 

kembali lagi aku kasih tau meski kalian ga mau tau (hehe), aku ini melankolis, sangat interpersonal yang kekinian, dg siapa aku banyak deket saat itu, dg dialah aku membangun banyak keterikatan dan rasa memiliki.. (memiliki saudara memiliki kedekatan) meski aku mungkin paling ga keliatan begitu (jaim) dan orang2nya yang kumaksud ga ngerasa kayak gitu jg ke aku.. (I know it)

inilah orang2 itu, aku mau mengabadikan mereka di blogku siapa tau mereka baca (ga mungkin kali ya), sehingga mereka tau aku pernah menyayangi mereka tapi tak terkata, dan aku juga memperhatikan mereka tapi tak teraba.. begitulah, aku sedang memperjuangan tegaknya prinsipku di agamaku jadi beginilah warna persahabatan kita. hehe,

World.. please meet them (urut absen ya)

a. …/349238/FA/09684. Edward Laurent Oktavianus

panggilannya Eed, ngakunya pernah dipanggil Elo (dari singkatan namanya kali ya, waullohu’alam) agamanya.. oke aku ga pernah tanya langsung (sensitif banget) kata Antok (the other person in this group) dia Budha tapi.. nasrani. aku ga paham.
(maaf ed, aku ga maksud apa2..)
Agamaku agamaku, agamamu agamamu sih ya jadi aku kentel di prinsip itu, berhub agama sendiri aja aku ga bener2 jadi aku ga mau ngerecokin yg lain.

unexpectedly I say we get along really well.
Meski get along nya di hal paling ga penting semacam nge game di game otak atau game yg butuh mikir. Dia itu cerdas, dia punya skor TOEFL paling tinggi di angkatanku. dan saat praktikum kita lagi ‘plain-time’ alias gabut, dia paling sering ng game terus berkonsultasi dg ku gimana jawabannya, aku bukan orang cerdas, tapi aku suka nganalisis sesuatu makanya dia suka tanya sama aku atau anto yg lebih sering dikorbanin jadi penasihat-game, cinta, dan urusan organisasi (emm).

emang diawal dia hobi banget neglected our task.. dan semacamnya.. dia sendiri sadar dan minta maaf, jadi aku ga begitu kepikiran soal itu.
tipe orang yg hidupnya messy dan ga teratur tapi karena dia cerdas jadi kebantu banget. Dan aku tahu dia sadar itu.

punya adek perempuan lucu.. orangnya qonaah utk ukuran orang Chinesse, tapi gaya hidupnya bs jadi agak menengah ke atas.. aku ga tau..
dia masuk FI, awalnya aku pikir semua cowok chinesse bakal masuk situ, dan wajar karena mereka ada orientasi khusus disana, (dia malah ngaku terang2an) tapi dia bs ngebawain itu dengan nonjok banget ke aku :
Eed : kamu mau masuk jurusan apa fik?
Aku : Mungkin FBA (aku dulu pingin kesitu)
Eed : oh
Aku : Kamu?
Eed: FI kayaknya aku galau FI atau FST
Aku : Ah ya, aku paham
dan gatau kemana arah obrolan kita, akhirnya aku langsung cerita aku ga ada orientasi cari uang di masa depan maunya ngurusin anak aja.
Eed bilang : kalau cowok apa ya mau mikir kayak gitu fik?

dan itu mengubah cara pikirku sedikit..

that’s Eed.. yg seharusnya manggil aku kakak karena aku lebih tua 1 bulan.. (gak ngarep) meski aku paling pendek.. (no commento_) please be smart like him.

b. …/349239/FA/09685 Nadhifatul Nur Hikmah
namanya cantik beud kan ya? kan ya? orangnya juga kok, senyumnya itu lho.. rajin banget dikeluarin.. hehehe
dia itu cerdas juga kayak Eed, tergolong cepet ngapal, cepet nulis, cepet ngitung.. tapi over-polosnya.. jadi sering jadi bahan bullyan eed atau anak golongan..
tapi yakin.. aku tau setiap jiwa punya hati jadi aku bukan barisan yang suka ngebully sejak SD.. meski kalau ngeramein kadang2 pernah kalau kebawa suasana.
(maap ya nans)

ohya nama panggilannya Nanung (jangan tanya deh dari mana, yg pny nama aja mungkin ga tau) atau Nans (yang bakalan sering kamu liat di buku2 mirik pribadinya biar jadi semacam label itu milik nanung)

sebenernya aku nyesel dia dipanggil nanung, cz nama lengkap-aslinya itu dah cakep banget.. !
arti namanya (sampe aku cari di kamus Munawwir coba)
Nadhifatul –> dari Nadhifah –> bersih
Nur –> cahaya
Hikmah –> drajat yg lebih baik dari adil deh kurleb

Hikmah cahaya yg bersih.. (adem aku nulisnya)

oleh karena itu dibanding nama anggota lain di grup ini, aku paling suka nulis nama Nans pake nama lengkap selengkap mungkin waktu ngumpulin tugas. Biar jadi sekalian doa buat tugas yg dikumpulin itu hehe aku berusaha manggil dia nadhifah biar bagus artinya sekalian tapi ga istiqomah deh

Aku pernah numpang bobo di kostnya.. kamarnya rapii~ ><

Nans adalah stationary berjalan, tepatnya untuk bolpen, bolpennya itu cetar2 warnanya tapi tetep aja suka ngilanng (sabar ya nans)

dia yg suka bawa kertas sgala ukuran (Syarahnya = A4 sma F4), bawa label, bawa kalkulatornya yg bergambar SuJu (Adooh), Tipe-ex dll utk kelompok kita

kalau ngerjain lap. yg di tulis tangan dia paling jago, alias cepet selesai. paling rajin minggu pertama udah dikerjain aja..

tulisannya itu khas dan ga berubah2 (ga kayak tulisanku)
orang nya sabaaaaaarr.. sasugane… dia suka dibully tapi ga bs marah dan ga jago bales

orang yang golongan aku musti banyak minta maaf sama dia.. (hehe_)

dia itu kakak paling tua di keluarganya, adeknya kalau g salah ada cewek sama cowok, yg cowok masih keciil >< ibu bapaknya nikah muda tergolongnya jadi waktu mbandingin umur ortuku sama dia, beda jauh (sasugane.. – -)

dia itu awalnya kayak takut sama aku, mungkin karena aku jaim. Tapi akhirnya aku keluar karakter aslinya, dan dia juga mulai terbuka, tapi aku ttp yakin dia selalu jaga jarak sama aku, itu kerasa banget sih

aku paling berharap kita bs deket karena dia temen cewekku satu2nya di kelompok ini, tp emang ga semudah itu.. aku sama dia beda dunia..
sebagaimana aku dg anto dan edward.. kami beda dunia..

dan dia emang ga menutupi perbedaan cara pandangnya thd suatu masalah dg cara pandang aku itu malah yang aku suka… jd aku tahu apa yg sebenernya mereka pikirkan..

dia adalah maknae kelompok kita, the only 96’an lahirnya.. bulan maret.. bulan musim semi.

semacam eed yang mantan ketua senat, anto yg pernah jadi ketua baksos dan calon ketua rohis fakultas, nans itu aktif jubung dimana2 (lho?) dia aktif kepanitiaan maksudnya.. anak KMMF.. asisten praktikum di unit 2.. hmm sasugane lah

kalau 3 anak itu dah ngomongin proker acara di FA aku paling cupu, tapi aku easy-going enough to handle that trivial thing.. I support them as long as I can do it.. 🙂

That’s Nans, please be patient like her..
hehe

 

  1. …/349247/FA/09687 Devyanto Hadi Triutomo

Nama panggilannya antok (pake k nyebutnya) tapi nulisnya ga boleh pake k. Dia ngebet nya gitu dan selalu mempertanyakan kenapa orang yogya nyebut namanya suka pake hamzah begitu. (padahal dia orang sunda, dan itu otomatis dia yg suka baca akhiran pake hamzah (logatnya begitu biasanya))

 

Sebenernya diantara 3 temen yg lain antok adalah yang paling sepemikiran mungkin sama aku. Dan dia orangnya ga jaga jarak kayak nans atau eed dlm hal prinsip dan pemikiran. Bahaya emang karena dia cowok.. parah deh, emang dia bermudah2an banget interaksi sama cewek padahal bakal calon rohis amr.

 

Dia muslim dan aku ga tau bagian namanya yang mana yang bisa kutulis lengkap dilaporan karena semuanya itu… artinya.. yah begitu.. dan untuk Hadi.. nama itu ga boleh buat nama manusia, itu nama khusus Allah. Jadi aku suka nyingkat2 namanya juga di laporan. Hehe, peace tok!

 

Mahluk ini adalah yg paling tua di kelompok, the only 94’an lahirnya. Meski bulan desember juga.

Di awal2 dia adalah mahluk yg paling sering PMS kalau lagi ada masalah tapi ga mau ngomong masalahnya dimana dan ga mau ngoreksi diri (alias dia ga bercanda ngelakuinnya). Jadi paling bikin tegang kalau dia lagi gitu.. tapi setelah waktu berlalu PMSnya mulai turun dan dia kupikir jadi yg paling dewasa menyikapi masalah. Dia itu langganan asprak dimana2 pula. Paling sibuk pertama di grup.

 

Meski lebih tua diantara yg lain (umur ga pengaruh di grup kita sih) dan tergolong cowok yg rajin yang aku sampe malu deket2 dia karena aku kalah rajin dibanding cowok .. (itu irritating ya.. perlu diperhatikan) dia itu paham kapasitas orang-orang dlm kelompok, dia tahu Eed itu cerdas, jadi dia berani mengakui kalau dalam ngitung2 eed itu jago.. meski Eed suka bikin kesel aku liat Anto ga bisa marah besar ke Eed mungkin krn pertengkaran diantara laki-laki itu lebih sulit adem dan itu sama2 ga disukai sih.. tapi ni anak suka banget marah2nya ke aku atau nans.. meski dia bercanda.. itu nyebelin tok.. beneran!

 

Dia adalah manajer kita, mengatur jadwal pretest dan super rajin nemuin dosen dan asprak atau laboran untuk konsultasi praktikum (kalau dibutuhkan). Diem2 karena aku, nans, antok, edward sedosen bimbingan kuliah aku tau dikit2 pendekatan berapa IP mereka. Terang.. aku paling jelek, mungkin di awal2 aku balapan lah sama eed. Tapi kalau eed dah serius belajar aku angkat tangan.. hehehe.

 

Tapi diantara yang lain aku paling excited serius, dan antusias sama tugas kalau itu sampe ga ada yg ngerjain atau di matkul yg aku suka, jadi aku terlihat paling pinter, padahal NO WAY.

 

Dia .. aku paling gatau dia berapa saudara atau punya adek apa gak, tapi yang aku tahu dia pny kakak perempuan keknya. Waullohu’alam.

Kukira dia tipe yg kolot dan males diajak bercanda kalau lagi ngerjain tugas yang mepet deadline, tapi ga tuh, dia suka banget ngeramein candaan diantara yang lain, dah pokoknya di golongan atau kelompok lah jadinya kerjaannya sering bercanda, padahal aku kalau dah ada tugas paling males bercanda.

 

Diantara cowok yang lain yang aku juga jaga jarak sama mereka.. antok adalah yg paling bandel alias ngeyelan, dijauhin malah deketin pokoknya begitu.. makanya aku paling bisa bercandanya sama dia.. ngobrol casual, kebangetan deh fika.. kudu tobat..
Ini anak emang irritating, paling bikin down diantara yg lain karena suka marah ga kira2.. aku ini sensitif jadi suka sebel-down gitu.. tapi aku ga bisa marah balik sama orang yg udah pny jasa semacam rajin kayak dia.. jadi it get along..

 

Dia pernah minta dibenerin bacaan huruf ج nya ke aku, dan as orang sunda .. ada hamzahnya. Kentel banget.. aku ga bisa berhenti ketawa..

 

Begitulah anto.. please be dilligent like him

 

*** — *** — ***— ***

Eed masuk FI, nans masuk FBA, Aku masuk FKK, dan anto masuk FST.

Ga ada diantara kita yang bakalan sekelompok bareng lagi.. mungkin jika ga ada hal semacam sekelompokan praktikum ini, jadi kita udah ga bisa nyambung dan ngobrol lagi setiap hari kek biasanya. Mungkin aku sdh merasakan rindu sama saat2 itu, karena kita udah balance banget pembagian kerjanya.

Karena beda2 jalan karakter inilah kita jadi saling mengisi kekurangan. Tapi kalau ga dituntut sikon lagi kita bisa beda jauh banget dan ga nyambung lagi. It happen already.

 

Saran dan nasihatku.. semoga kalian bisa berhenti bercanda terlalu banyak.. hehehe.

4 diffSemoga kita bisa bertemu lagi di suatu jalan yang overlap lagi.. tapi di jalan yang baik, Allahu yahdihum..

 

Aku selalu bermimpi kita ber4 bisa sama-sama bermanhaj salaf (otomatis islam).. lalu ketika kita punya keluarga masing2 aku bisa jodohin anakku ke anak kalian.. ehehhe terus kita besanan hehehe

Cara ngiket silahturahim paling mainstream :p.

 

Hope you all live well, eat well, work well, study well.. Allahu yahdihum.. Allahu yahdihum, Allahu yahdihum ~

 

Aku ga boleh lupa doain kalian lagi.. terimakasih surat perpisahan yang dah kalian buat untukku waktu Kelas C farewell-party.. lagi2 aku ga dateng dan kalian sampe apal.. meski aku ga pernah jelasin officially, itu semata2 strategi yg sama seperti yg kalian lakukan.. menyembunyikan kutub perbedaan prinsip agar menghargai hati dan prinsip yang lain.. mungkin ga dari aku karena aku ga hikmah banget bawain prinsipku.. tapi semoga kalian suatu saat dlm hidup ini paham kenapa aku begini dan begitu..
Terimakasih atas semuanya Guys..

please remember Our moment in C2A~ Yoroshiku..

Ini akhir dari 4 jalan yang terjalin di Fase pertama.. semoga ada fase lain yang lebih baik.. aamiin. ❤

OWARI

Today, 8 September in Gregorian – 24 Dzulqoiddah in Hijriyyah

Field

Menyakiti orang itu sangat mudah. Tapi begitu tidak terimanya ketika kita disakiti barang sedikit oleh orang lain.

Orang baik itu adalah orang yang menahan dirinya dari berbuat dzolim meski dia sedang marah atau benci.

Meminta maaf kadang lebih berat dari memaafkan.

Kita terlalu dekat, terbiasa dengan kebaikan saudara kita, apakah kita akan terus membiarkannya bersabar atas keseenakkan hati kita ini?

mengandalkannya dan mempercayainya seolah dia salah satu mahluk yang paling pemaaf.. dan penyabar.. padahal kita sama-sama mahluk akhir zaman.

Maaf.. saudaraku.. lisanku sangat buruk akhir-akhir ini.

CC: Ummu Zainab, Ummu Hafizh, Ummu Sumayyah, Ummu Abdillah, dan lainnya11935058_410644955788312_853793784106482646_n