My Lil ‘Admirable’ Person

I do have someone live in my thought. Not really live in my daily life.

Semacam pengalihan terhadap stress. Simbol cita-cita dan kekaguman. Karena dia kuliah di tempat yang aku harap aku bisa kuliah atau berada disana. Dia ada sebagai simbol kesuksesan, keindahan, kepopuleran dan keunikan. Alam bawah sadarku menyetting ‘dia’ dan kehidupannya sebagai. Life goal dan person yang paling aku ingin dekati dan pikirkan dari siapa pun. (Naudzubillah min dzalik, I should prioritize someone better.. like Rasulullah or my parent, I hope I can move on)

Menuliskan sesuatu tentangnya seperti memadukan fiksi dalam realita. Menyoretkan sekuas ambisi bawah sadar, dan impian masa lalu pada kanvas realita yang kadang tak dinyana. Namun penuh syukur ini. Masyaallah. Alhamdulillah bini’matillati tatiimushalihat.

Waktu demi waktu menjadi secret admirer seseorang di jauh sana. Adalah rentetan episode menuju harapan terhapusnya orang ini dalam pikiran. Karena hubungan yang sepihak, dan jarak serta waktu yang berbeda, bak formula terbaik untuk melupakan seseorang dan menghapusnya dalam pikiran kita.

Namun ketika depresi dan stress terhadap masalah di realita terangkat di permukaan. Seolah orang fiksi ini muncul kembali. Bak superhero yang hadirnya benar-benar saat dibutuhkan. Meski secara lahiriyah dia tidak pernah ada. Namun aku terus bertanya-tanya bagaimana bisa dia ada di batin dan pikiran. Setiap jatuh dan setiap langit nan luas aku pandangi.

Inikah Isyq? kadang saya malas sekali mengakuinya sebagai apa itu? bahkan lidah gatal mengucapnya. Harapan dan kesempatan mewujudkan hubungan yang riil dengannya adalah kemungkinan yang kecil dan nyaris bisa diabaikan bisa terjadinya.

Terlebih keadaan kecil yang dia lakukan bahkan tanpa pengaruh dan hubungan dari saya, jika saya bisa ketahui hal tersebut. Maka akan sangat mempengaruhi saya. Ini seperti Isyq yang semoga segera disembuhkan Allah.
Aamiin.

Terakhir kali aku lihat, dia hanya mengganti gambar sampul media sosialnya. Dan meski itu hanya sepotong gambar. Aku memaknainya berbeda. Sebuah ciri kecenderungan terhadap keyakinan yang berbeda.

Jika aku bisa mengatakannya begini, aku akan katakan ini adalah ‘patah hati’. Dia yang lelah-lelah aku pikirkan, menodai simbol kesempurnaan uluhiyah yang terakhir kali aku pastikan kita telah bersepakat dalam kesamaan keyakinan ini..

Mungkin aku cuma lebay. Bisa saja dia yang disana, tidak bertendensi apa pun dalam perbuatan itu terhadap keyakinannya. Namun saya tidak diajarkan untuk bermudah-mudahan dalam hal ini.

Saya mahluk perasa, sangat . Dominan dalam perasaan. Namun saya berharap saya bisa mengutamakan iman dan tauhid saya lebih dari apapun dan lebih rasional dalam hal se-vital ini.   Allahu yahdinaa. Yahdinallah wa yassarallahu lanaa fii diininaa…

Untuk yang namanya berarti kebebasan dan kemerdekaan. Semoga engkau diberi kemudahan untuk membebaskan pikiran dan hati serta amalmu dari kesyirikan dan kemaksiatan pada-Nya. Aamiin.

Yogyakarta, Indonesia.
20 Rajab 1438 H.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s